Gratis Ongkos Kirim

Untuk setiap pengiriman produk yang Anda pesan, akan kami gratiskan biaya pengiriman. Layanan gratis ongkos kirim ini hanya berlaku untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Menikmati Sajian Kopi Kami

Jika Anda membeli produk dengan datang langsung ke Philocoffee, Anda juga bisa memesan kopi yang kami sajikan di bar kami. Kami menyediakan dua pilihan: 1) kopi berbayar; dan 2) kopi gratis. Anda bisa memilihnya senyaman Anda.
//, Berita/Gayo Kupas Kismis

Gayo Kupas Kismis

Gayo Kupas Kismis merupakan produk terbaru di Philocoffee yang kami rilis pada Juni 2015 ini. Kopi diproduksi oleh keluarga Bapak Hamdan. Bapak Hamdan memiliki unit kerja pengolahan kopi di daerah Pantan Musara, Pegasing, Aceh Tengah. Kopi Gayo Kupas Kismis merupakan teknik lepas panen yang dikembangkan oleh Saudara Hendra, putra dari Bapak Hamdan.

Keluarga Produksi Bapak Hendra ini selain memiliki lahan pengolahan lepas panen juga memiliki kebun beberapa hektar. Dengan demikian, sebagian kopi yang mereka oleh berasal dari kebun sendiri, sisanya dari petani tempatan dan desa tetangga. Mereka membeli buah kopi basah dari petani seharga Rp 10.500 per bambu (sekitar 1,2 kg) untuk buah campur (merah dan hijau) dan Rp 12.000 per bambu untuk buah merah total. Dalam jumlah 1 kaleng atau 10 bambu buah kopi basah, mereka mendapatkan 2 kg kopi beras. Dengan demikian harga bahan baku kopi yang mereka produksi—di luar biaya susut dan biaya kerja lain seperti sortasi buah, sortasi kopi beras, penjemuran, kerja lepas panen lainnya, dll.—per kg kopi beras adalah Rp 52.500 sd Rp 60.000. Hal ini menjelaskan mengapa harga kopi beras mereka per kilogram tembus di atas Rp 90.000 bahkan di atas Rp 140.000. Bukannya mereka mata duitan seperti yang dituduhkan beberapa roaster lokal yang tidak paham dinamika hulu, melainkan memang kerja produksi mereka padat karya, sehingga banyak biaya yang muncul untuk memproduksi kopi dengan kualitas yang unggul—termasuk juga risiko kerja.

Mengenai kupas kismis, ini merupakan teknik lepas panen yang dikembangkan oleh Saudara Hendra. Philocoffee sangat senang sekali mendapatkan kepercayaan dari Bapak Hamdan dan Saudara Hendra untuk menjadi pembeli kopi ini. Bagaimana sih teknik lepas panen ini? Kopi ini diproses seperti metode natural, namun dikupas pada saat buah kopi kisut-menghitam seperti kismis. Dengan demikian, ada proses fermentasi yang berbeda dengan metode natural. Sehingga karakter kopi kupas kismis ini sangat berbeda dengan karakter kopi yang diolah dengan metode natural. Karena alasan seperti itu beberapa orang menyebut kopi ini dengan seminatural. Dalam istilah bahasa Inggris teknik ini disebut pulped raisin. Philocoffee lalu mengajukan nama Indonesia ke Saudara Hendra yaitu kupas kismis agar perbendaharaan teknik lepas panen dalam bahasa Indonesia semakin kaya. Selain itu, kopi kupas kismis ini jika mengacu ke pengetahuan lepas panen di Gayo yang mengenal giling basah dalam metode basah, kopi kupas kismis juga bisa disebut sebagai giling basahnya versi proses natural.

Jika Anda ingin mencoba kopi Gayo Kupas Kismis ini, silakan datang ke Philocoffee.

By | 2015-06-27T00:24:27+00:00 June 21st, 2015|Artikel, Berita|1 Comment

About the Author:

Philocoffee® merupakan perusahaan kopi yang memelopori perkembangan manual coffee brewing di Indonesia.

One Comment

  1. […] Kopi Gayo Kupas Kismis adalah produk terbaru dari Philocoffee yang mulai diperkenalkan sejak bulan Juni 2015. Menurut Herdiansyah, salah satu pendiri Philocoffee, metode pasca panen kupas kismis baru pertama kali ini dicoba untuk dilakukan di Aceh atau bahkan mungkin di Indonesia. Hasil pengolahannya masih sangat terbatas dan Philocoffee mendapat kepercayaan untuk menjadi pembeli tunggal. Kisah selengkapnya mengenai kopi Gayo Kupas Kismis dapat Anda baca di sini. […]

Leave a Reply

Kunjungi toko Philocoffee di Tokopedia untuk mendapatkan kemudahan pembayaran dan fasilitas kredit dan pengiriman dengan Gojek. Dismiss