//, Berita/Kopi Gayo dari Bintang Kekelip

Kopi Gayo dari Bintang Kekelip

Kopi Gayo dari Bintang Kekelip merupakan produk terbaru di Philocoffee yang kami rilis pada Juni 2015 ini. Kopi diproduksi oleh keluarga-keluarga produksi kopi di daerah Bintang Kekelip, Atu Lintang, kemudian diproses oleh keluarga produksi Bapak Hamdan di Pantan Musara, Pegasing.

Keluarga Produksi Bapak Hamdan bekerja sama dengan satu pengepul, yaitu Keluarga Produksi Bapak Imam—seperti namanya beliau juga Imam Masjid di Bintang Kekelip. Melalui Bapak Imam inilah beberapa keluarga produksi—sejauh ini sekitar 10 keluarga produksi—di Bintang Kekelip menjual kopinya ke Bapak Hamdan. Setelah dibeli oleh Bapak Imam, beberapa pekerja di Keluarga Produksi Bapak Hamdan datang menjemput buah kopi basah menggunakan mobil bak. Jarak tempuh dari Pantan Musara ke Bintang Kekelip sekitar 20 sd 30 menit, dengan kondisi jalan yang penuh rintangan—seperti kelokan jalan dengan sisi jurang, jalan penuh bebatuan, dll. Proses penjemputan buah kopi ini cukup menegangkan lantaran ban mobil sering pecah mengingat kondisi jalan tidak begitu ramah dengan mobil yang mengangkut ratusan kilo sampai 1 ton kopi. Waktu penjemputan biasanya sore, mendekati magrib.

Kopi Gayo dari Bintang Kekelip

Salah satu pohon kopi yang sedang berbuah di kebun petani di Bintang Kekelip

Rata-rata buah kopi basah dari petani di Bintang Kekelip dibeli seharga Rp 10.500 per bambu. Dalam jumlah 1 kaleng atau 10 bambu buah kopi basah, mereka mendapatkan 2 kg kopi beras. Dengan demikian, harga bahan baku kopi yang mereka produksi—di luar biaya susut dan biaya kerja lain seperti sortasi buah, sortasi kopi beras, penjemuran, kerja lepas panen lainnya, dll.—per kg kopi beras adalah Rp 52.500. Hal ini menjelaskan mengapa harga kopi beras mereka per kilogram tembus di atas Rp 90.000. Bukannya mereka mata duitan seperti yang dituduhkan beberapa roaster lokal yang tidak paham dinamika hulu, melainkan memang kerja produksi mereka padat karya, sehingga banyak biaya yang muncul untuk memproduksi kopi dengan kualitas yang unggul.

Buah kopi kemudian langsung diolah pada malam yang sama dengan penjemputan buah kopi. Proses pengolahan awal ini, yaitu sortasi buah kopi, perambangan, pengupasan kulih buah (pulping), fermentasi, dilakukan sampai tengah malam, rata-rata jam 12 malam baru selesai—jika buah kopi yang masuk banyak, bisa sampai jam 2 malam. Kopi Gayo dari Bintang Kekelip ini diproses menggunakan metode kering gading.

Di Gayo pada umumnya petani menjual kopi produksinya dalam bentuk kopi gabah atau kopi berkulit tanduk. Khusus untuk kopi yang diproses oleh keluarga produksi Bapak Hamdan ini, para petani di Bintang Kekelip menjual ke Bapak Imam dalam bentuk buah kopi basah merah. Jadi para petani hanya mengutip buah kopi dan mengantarkannya kepada Bapak Imam. Ketika kami mewancarai mereka mengenai manfaat sistem kerja buah gelondong merah ini, mereka mengatakan: “Kami lebih senang menjual kopi dengan sistem ini. Karena kami tidak perlu mengupas, menjemur. Kami tidak perlu memikirkan lebih jauh lagi selain hanya memetik buah kopi yang merah. Waktu lebih hemat, tenaga lebih hemat, dan uang yang didapatkan sama atau tidak jauh berbeda.”

Jika Anda ingin mencoba kopi Gayo dari Bintang Kekelip ini, silakan datang ke Philocoffee.

By | 2016-11-16T02:08:22+00:00 June 22nd, 2015|Artikel, Berita|0 Comments

About the Author:

Philocoffee® merupakan perusahaan kopi yang memelopori perkembangan manual coffee brewing di Indonesia.

Leave a Reply

Gratis Ongkos Kirim

Untuk setiap pengiriman produk yang Anda pesan, akan kami gratiskan biaya pengiriman. Layanan gratis ongkos kirim ini hanya berlaku untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Menikmati Sajian Kopi Kami

Jika Anda membeli produk dengan datang langsung ke Philocoffee, Anda juga bisa memesan kopi yang kami sajikan di bar kami. Kami menyediakan dua pilihan: 1) kopi berbayar; dan 2) kopi gratis. Anda bisa memilihnya senyaman Anda.

Kunjungi toko Philocoffee di Tokopedia untuk mendapatkan kemudahan pembayaran dan fasilitas kredit dan pengiriman dengan Gojek. Dismiss