Gratis Ongkos Kirim

Untuk setiap pengiriman produk yang Anda pesan, akan kami gratiskan biaya pengiriman. Layanan gratis ongkos kirim ini hanya berlaku untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Menikmati Sajian Kopi Kami

Jika Anda membeli produk dengan datang langsung ke Philocoffee, Anda juga bisa memesan kopi yang kami sajikan di bar kami. Kami menyediakan dua pilihan: 1) kopi berbayar; dan 2) kopi gratis. Anda bisa memilihnya senyaman Anda.
///Mengapa Philocoffee Menggunakan Kertas Penyaring Kono?

Mengapa Philocoffee Menggunakan Kertas Penyaring Kono?

Kertas penyaring merupakan hal krusial dalam penyeduhan kopi metode pour over. Rancang bangun sebuah penetes kopi (coffee dripper) akan optimal bekerja ketika didukung dengan kertas penyaring yang baik. Salah satu problem utama dalam penyeduhan pour over adalah soal bau dan/atau rasa kertas yang hadir dalam seduhan. Itulah sebabnya sang penyeduh mengawalinya dengan membilas kertas menggunakan air panas terlebih dahulu, agar bau/rasa kertas hilang. Tak jarang, meski sudah dibilas, bau/rasa kertas tetap muncul dalam seduhan. Agar bisa hilang maksimal, biasanya penyeduh memakai air dalam jumlah banyak untuk membilas, kadang lebih banyak dari volume yang digunakan untuk menyeduh kopi. Pada sisi lain, membilas kertas memiliki dampak tersendiri, yaitu membuat migrasi serbuk halus (fines migration) ketika proses penyeduhan berlangsung menjadi tidak rata dan menumpuk.

Kopi ketika digiling, meski menggunakan penggiling kopi terbaik sekalipun, ia tetap menghasilkan serbuk halus (fines)¹. Perbedaan antara penggiling kopi yang bagus dan kurang bagus salah satunya terletak pada jumlah serbuk halus yang dihasilkan. Semakin sedikit jumlah serbuk halus kopi yang dihasilkan, maka semakin baik kualitas penggiling kopi tersebut. Nah, serbuk halus kopi ini ketika Anda tuangkan ke dalam penetes yang sudah dilengkapi dengan kertas penyaring dalam keadaan basah karena dibilas, ia akan menempel. Jika menumpuk di dinding kertas-berpenetes, serbuk tersebut akan menyumbat pori-pori kertas.

Pori kertas yang tersumbat akan memengaruhi turbulensi dan migrasi bubuk kopi yang diseduh, dan pada akhirnya berdampak pada hasil seduhan. Turbulensi yang muncul dalam proses ekstraksi bersifat chaotic, sensitif dengan keadaan awal. Semakin banyak pori kertas yang tersumbat, maka cenderung menghasilkan ekstraksi-berlebihan pada sebagian partikel kopi yang sedang terekstrak. Dengan kata lain, target kontrol tingkat ekstraksi akan sulit dilakukan. Migrasi serbuk halus yang tersumbat menambah tingkat chaos turbulensi.

Dengan demikian, untuk menghindari sumbatan di pori kertas, tumpukan migrasi serbuk halus di dinding kertas-berpenetes, dan turbulensi-tak-terkontrol, dianjurkan untuk tidak membilas kertas penyaring yang digunakan. Akan tetapi, jika kertas penyaring tidak dibilas, masalah awal akan muncul: bagaimana menghindari bau/rasa kertas yang ada? Kertas penyaring Kono jawabannya.

Kami pertama kali mendengar Kono pada 2011 dan baru kesampaian menjajal produknya pada 2014. Kami sudah lama mendengar bahwa kalangan purist metode seduh pour over di Jepang tidak pernah membilas kertas penyaringnya. Ketika kami mencoba Kono, kami baru paham mengapa mereka tidak melakukan pembilasan kertas. Kertas penyaring Kono bisa dikatakan hampir tidak berbau, jadi tidak perlu dilakukan pembilasan. Itulah mengapa sekarang kami menggunakan kertas penyaring Kono untuk seduhan standard pour over di Philocoffee.

Karena Kono ini merupakan pelopor dalam produsen penetes berbentuk kerucut 60°, kertas penyaring Kono tidak hanya bisa digunakan untuk penetes Kono, ia juga bisa digunakan untuk penetes kerucut bersudut 60° lainnya seperti Hario V60, dll.

Jadi, Anda tidak perlu heran ketika memesan kopi di Philocoffee untuk seduhan pour over kami tidak melakukan pembilasan kertas saring.

Kertas Penyaring Kono 3


Catatan:
¹ Fines di sini bukan dalam konteks skala gilingan, melainkan serbuk-serbuk kopi halus yang muncul selama proses penggilingan kopi dalam skala berapa pun—entah skala halus, sedang, dan kasar. Biasanya bubuk kopi disebut sebagai serbuk halus ketika ia berukuran di bawah 50 mikron. Lawan dari fines ini adalah boulders—yang kadang juga muncul dalam proses penggilingan.

By | 2016-11-16T02:08:22+00:00 September 18th, 2015|Artikel|8 Comments

About the Author:

Philocoffee® merupakan perusahaan kopi yang memelopori perkembangan manual coffee brewing di Indonesia.

8 Comments

  1. ardie 04/10/2015 at 09:42 - Reply

    bahkan utk kertasnya yg kecoklatan itu? -klo pakai hario yg coklat -non bleached- khan kudu dibasahi dulu tuh- klo gitu bisa dicoba nih filter kertas coklatnya 🙂 terima kasih infonya 🙂

    • Philocoffee 04/10/2015 at 22:59 - Reply

      Iya, Bung Ardie, bahkan kertas cokelatnya pun tidak perlu dibilas lantaran relatif tidak berbau. Kopi-kopi yang kami sajikan kepada Bung di Pondok Labu selama ini tidak membilas kertas. Nah, barangkali kopi-kopi yang waktu itu Bung minum di tempat kami bisa jadi rujukan terkait rasa kertas di dalam seduhan Kono tsb.

  2. Albert 01/11/2015 at 13:31 - Reply

    Dengan kata lain, apapun merknya, entah itu Kono, atau Hario atau apapun jika bisa dipastikan tidak berbau, maka itu secara teknis layak digunakan, bukan? Agar pencinta kopi tidak ‘menuduh’ Phillocoffee ‘berpihak’ pada satu merk tertentu…….

  3. Satria 11/11/2015 at 13:57 - Reply

    Jadi penasaran, benar sekali kalau di bilas bubuk halusnya pasti nempel di bawah

  4. ardie 09/12/2015 at 05:17 - Reply

    ahhh… ya yal.. terima kasih atas infonya yg sangat berharga ini… noted… 🙂 udah ngerasain pengalaman langsungnya… baru liat bagian blog inj lagi… biasanya browsing alat aja :D… bravo philocoffee… 🙂

  5. Nandar 08/02/2016 at 10:28 - Reply

    Kreennnn. Lanjutkan tuk memperkenalkan dan mencitai kopi indonesia

  6. Devin 05/03/2016 at 01:53 - Reply

    Oiya mau nanya dong, klo serbuk fines tsb dibawah 50 microns, berarti setara dengan ukuran apa? Dibawah turkish kah? Dibawah espresso ground?

  7. Adhe 30/08/2016 at 00:29 - Reply

    Gimana klu bubuk halusnya dipisahin?biasaya sih finest ini muncul diakhir gilingan..mudah aja sih lgsg dipisahin…oh iya,utk ukuran pori2 kertas yg tersumbat oleh bubuk finest td, apa sudah diukur dgn jeli finest bubuk td ukurannya menutup pori2 kertas?kan yg turun ke pori2 kertas air..

    Pertanyaan paling kunci, koq kertas kono tdk berbau (sedikit bau nya)…emang kono dibuat dr apa?proses kimiawi perubahan kapas menjadi kertas kan menyebabkan bau kertas..nah curiga donk kite klu kono tdk berbau..ada bahan kimiawi lain mungkin pada proses kertas td???alangkah lebih baiknya mimin menjelaskan juga proses kimiawi pembuatan kertas kono knp bisa tidak berbau..sehingga adjustmen ini tdk dinilai subjective krna philo jualan kono oleh costumer lain..heheh

Leave a Reply

Kunjungi toko Philocoffee di Tokopedia untuk mendapatkan kemudahan pembayaran dan fasilitas kredit dan pengiriman dengan Gojek. Dismiss